2 Kapal Tabrakan, KMP Namparnos dengan Kapal Ternak Camara Nusantara 6, Begini Kronologisnya

oleh -64 views

BERITA-Kapal motor penumpang (KMP) Namparnos tabrakan dengan kapal ternak KM Camara Nusantara 6 yang sedang berlabuh jangkar di rede Tenau, Kupang, pada Minggu (4/4). 

Peristiwa ini tak lepas dari cuaca buruk disertai hujan dan angin kencang yang melanda wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak beberapa hari lalu, mengakibatkan gelombang tinggi di laut.

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ahmad mengatakan, kedua kapal yang dioperasikan PT ASDP Indonesia Ferry tersebut bertubrukan karena KMP Namparnos yang mati mesin, terbawa arus (larat) atau hanyut. Hingga mengenai kapal KM Camara Nusantara 6 yang sedang berlabuh jangkar di rede Tenau, Kupang.

“Pada hari Minggu tanggal 4 April 2021 pukul 12.11 waktu setempat, KM Cemara Nusantara 6 kapal angkutan khusus ternak sedang berlabuh jangkar di rede Tenau Kupang. KMP Namparmos hanyut membawa perahu dan jaring, lalu menubruk haluan kapal KM Cemara Nusantara 6 di tengah kondisi cuaca yang kurang bagus,” jelas Ahmad, Selasa (6/4).

Kapal Camara Nusantara 6 berlabuh jangkar untuk menghindari cuaca buruk karena kondisi angin yang sangat besar.

Namun, pada saat yang bersamaan, kapal itu tertabrak oleh KMP Namparnos, yang terbawa arus (larat) dan mesin mati. Sehingga terbawa arus kencang ke arah kapal Camara Nusantara 6.

Kronologi kejadian tersebut bermula pada pukul 13.42 waktu setempat. Kala itu, Mualim 2 mendengar panggilan pada alat komunikasi VHF CH 12 dari KMP Namparnos, yang menyatakan kapalnya sedang hanyut, dan mengalami trouble engine atau kendala mesin.

“Kemudian pada pukul 13.44, langsung dijawab oleh Mualim 2 KM Camar Nusantara 6 yang langsung melapor kepada Nakhoda. Bahwa ada kapal hanyut yang mendekat ke KM Camara Nusantara 6,” terang Ahmad.

Pada saat itu, nakhoda yang sudah berada di anjungan kapal, langsung memerintahkan seluruh Anak Buah Kapal (ABK) untuk melakukan persiapan mesin dan menyiapkan dapra.

Tapi, apa daya, KMP Namparnos hanyut terlalu cepat. Sementara KM Camara Nusantara 6 belum sempat menyalakan mesin, sehingga menabrak haluan kapal KM Camara Nusantara 6 pada pukul 13.51.

“Kemudian untuk menghindari benturan dan gesekan yang lebih parah, KMP Namparmos kita ikat/tender di sebelah kiri KM Camara Nusantara 6,” ungkap Ahmad.

Seluruh kru KMP Namparnos diselamatkan oleh seluruh awak kapal Camara Nusantara 6. Kapal KMP Namparnos diikatkan ke Kapal Camara Nusantara 6, agar tidak terbawa arus lebih jauh karena mesin tidak berfungsi.

Pengikatan KMP Namparnos di Kapal Camara Nusantara 6 menggunakan dampra, agar kapal Camara Nusantara 6 tetap terlindungi dari benturan dari KMP Namparnos.

Ahmad memastikan, kondisi kedua kapal dalam posisi aman. Namun, akibat dari gesekan dan benturan tersebut belum bisa diketahui dan didokumentasikan. Mengingat kondisi cuaca buruk yang belum mendukung untuk turun dari kapal.

“Kami akan segera melakukan inspeksi dan dokumentasi dampak dari benturan dan gesekan tersebut, jika kondisi cuaca sudah memungkinkan,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *