3 Juli 1988: Kapal Perang AS Tembak Pesawat Iran Air

oleh -929 views
Berita Utama The Washington Post 4 Juli 1988. (The Washington Post)

TEHERAN-Iran mengatakan militernya secara tidak sengaja menembak jatuh jet penumpang Ukraina, yang menewaskan semua penumpang atau 176 orang di dalamnya. Demikian dilaporkan TV pemerintah Iran.

Namun, 32 tahun lalu, Amerika Serikat (AS) juga pernah menembak pesawat komersial secara tak sengaja. Tepatnya, 3 Juli 1988 ketika kapal penjelajah AL Amerika Serikat USS Vincennes menembak jatuh sebuah pesawat komersial milik Iran Air penerbangan 655.

Nampaknya kapal itu menganggap pesawat Airbus A300 itu merupakan sebuah jet F-14 Tomcat milik AU Iran. Akibatnya, sebanyak hampir 300 orang penumpang dan kru di pesawat itu tewas.

Pesawat Airbus A300B2 itu diterbangkan Kapten Mohsen Rezaian (37), seorang pilot berpengalaman denga 7.000 jam terbang.

Pesawat itu meninggalkan kota Bandar Abbas pada pukul 10.17 waktu setempat. Setelah lepas landas menara pengawas Bandar Abbas memerintahkan pilot untuk menyalakan transpondernya dan terbang di atas Teluk Persia.

Pesawat itu diperintahkan untuk terbang melalui koridor udara komersial Amber 59, sebuah ruang udara selebar 32 kilometer yang lurus ke arah bandara Dubai.

Pada 3 Juli pagi, USS Vincennes melintas di Selat Hormuz setelah selesai melakukan misi pengawalan.

Sebuah helikopter dari kapal itu melaporkan diserang tembakan persenjataan ringan dari kapal-kapal patroli Iran saat melintas.

USS Vincennes kemudian berusaha mengejar kapal-kapal Iran itu tetapi ternyata melanggar wilayah perairan Oman.

Kapal perang AS itu terpaksa meninggalkan perairan Oman setelah diperingatkan sebuah kapal perang AL Oman.

Namun, USS Vincennes tak menghentikan pengejaran terhadap kapal-kapal Iran, alhasil kapal perang itu memasuki wilayah Iran.

Saat itulah layar radar USS Vincennes menangkap kemunculan sebuah pesawat terbang yang sedang menanjak.

Setelah mencoba melakukan komunikasi radio tetapi tak berbalas, kru USS Vincennes menduga pesawat itu adalah jet F-14 Tomcat milik Iran yang akan melakukan serangan.

Sehingga, USS Vincennes kemudian melepaskan dua rudal ke arah pesawat itu. Salah satu rudal itu mengenai pesawat tersebut dan langsung meledak.

Kejadian itu mengundang kontroversi dan kecaman. Pada pertengahan Juli 1988 Menlu Iran Ali Akbar Velayati meminta DK PBB mengecam aksi Amerika Serikat itu dan menyebutnya sebagai sebuah perbuatan kriminal.

George W Bush, saat itu wakil presiden dalam pemerintahan Ronald Reagan, membela keputusan USS Vincennes melepaskan tembakan.

Bush berargumen serangan itu dilepaskan di tengah suasan perang dan kru USS Vincennes sudah melakukan prosedur yang benar sebelum melepaskan tembakan.

Akhirnya Dewan Keamanan PBB menerbitkan resolusi nomor 616 yang isinya amat meyesalkan serangan AS yang mengakibatkan tewasnya ratusan orang.

Menurut dokumen yang diserahkan ke Mahkamah Internasional oleh Iran, terdapat 290 orang dalam pesawat yang ditembak Amerika itu terdiri atas 274 penumpang dan 16 kru.

Dari 290 orang itu, 254 di antaranya adalah warga Iran, 10 warga Uni Emirat Arab, 10 orang asal India, enam dari Pakistan, enam orang Yugoslavia, dan seorang warga Italia.

Usai insiden itu, rakyat Iran semakin yakin bahwa Amerika Serikat memang berniat menyerang negara itu dan Amerika akan melibatkan diri dalam Perang Iran-Irak.

Pada Agustus 1988, sebulan setelah tragedi itu, pemerintah Iran menerbitkan perangko yang menggambarkan penembakan tersebut.

Pada Februari 1996, pemerintah Amerika Serikat sepakat membayarkan uang kompensasi sebesar 131,8 juta dolar agar Iran menghentikan kasus ini.

Sebanyak 61,8 juta dolar disalurkan untuk keluarga warga Iran yang tewas dalam penerbangan itu.

Tak diperoleh keterangan soal penggunaan sisa uang kompensasi yang dibayarkan pemerintah AS kepada Iran itu.

Pemeritah Amerika juga menyatakan menyesali insiden yang terjadi dan tewasnya ratusan orang. Namun, pemerintah AS tak pernah meminta maaf atau mengakui telah berbuat salah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.