Bahayanya Kebanyakan Cetak Uang, Dahlan Iskan: Heran Alasan DPR Ngotot RI Cetak Uang Rp 600 Triliun

oleh -658 views

JAKARTA-Bahaya mencetak uang kalau pemerintah tidak kredibel dan tidak melakukan KKN kembali diingatkan Ekonom senior Dr. Rizal Ramli.

Menurut Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini, kampanye quantitative easing sama dengan money printing.

“Banyak kampanye agar dilakukan ‘quantitative easing‘ (QE). Istilah mah keren, nyontek dari US. QE itu mah ‘money printing‘ (cetak uang),” terang RR biasa disapa di akun Twitter @RamliRizal, Selasa (28/4).

Sebenarnya, kata RR, opsi money printing untuk menyelamatkan ekonomi nasional di tengah pandemik virus corona baru atau Covid-19 tidak keliru.

Tetapi, menjadi berbahaya jika pemerintah yang menjalankan opsi tersebut tidak kredibel.

“Amerika, EC & Jepang kuat, bisa ‘macro-pumping’. Kalau RI bakal jadi sumber bancakan baru ala BLBI (recovery hanya 25 persen). Siapa yang tanggung jawab?” demikian RR. 

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan ikut buka suara menyikapi anggota dewan yang ngotot agar pemerintah dan BI merealisasikan wacana mencetak rupiah lebih banyak. Dia mempertanyakan motivasi di balik wacana tersebut.

“Ini harus diperhitungkan. Mukhamad Misbakhun (Fraksi Golkar) sudah berhasil meyakinkan internal Golkar. Apalagi ia juga telah berhasil meyakinkan fraksi-fraksi lain di DPR. DPR sudah bulat di belakangnya,” kata Dahlan dikutip dari disway.id, Rabu (13/5/2020).

Meski fraksi-fraksi mayoritas di DPR sudah mendukung wacana tersebut, mereka masih harus berhadapan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur BI Perry Warjiyo. Kedua birokrat tersebut, sudah sejak awal menyatakan keberatan Indonesia mencetak lebih banyak rupiah. 

“Tapi DPR sudah sangat bulat ke arah cetak uang. Saya tidak tahu siapa anggota DPR di fraksi lain yang bisa mengimbangi kepintaran Misbakhun, dalam pembahasan di internal DPR itu. Kok begitu mulusnya,” tulis Dahlan.

“Saya tidak bisa membayangkan apakah terjadi dialog yang ilmiah di forum DPR saat itu. Sebelum akhirnya mereka bulat mendukung ide cetak uang dari Golkar itu,” tulis dia lagi.

Dahlan mempertanyakan alasan di balik DPR yang terus meminta pemerintah dan BI mencetak uang lebih banyak. Anggota parlemen yang paling disorotinya yaitu Misbakhun.

“Misbakhun sudah pada puncak pemikirannya, cetak uang sebagai sapu jagatnya. Ia mengaku sudah mendalami pilihan-pilihan lain. Semuanya jelek dan lebih jelek,” jelas mantan Dirut PLN ini.

Misalnya soal inflasi itu.Menurut Dahlan, Misbakhun tahu persis cetak uang itu akan mengakibatkan inflasi. Dikatakan Dahlan, Misbakhun percaya kalau skala ekonomi Indonesia saat ini sudah tidak bisa disamakan dengan tahun 1956. Apalagi dengan Zimbabwe. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.