Dirut Krakatau Steel: Industri Baja Lokal Bakal Mati

oleh -627 views

JAKARTA – Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) mengingatkan industri baja lokal akan mati, apabila pemerintah tidak membendung derasnya impor baja di dalam negeri.

Termasuk produksi baja oleh Krakatau Steel juga terancam akan mati. Perusahaan pelat merah itu selama ini memproduksi baja untuk industri hiliriasi.

“Krakatau Steel itu kuat untuk supply baja untuk industri. Ya, ini untuk dorong hilirisasi. Kita tahu banyak produk-produk hilir yang saya sampaikan di sini, kita (Indonesia) saat ini mengimpor banyak produk-produk hilir baja,” katanya di Jakarta, Jumat (13/12).

Saat ini, kata dia, sudah ada tujuh pabrik baja yang tidak mampu bertahan alias tutup akibat gempuran impor baja.

“(Impor) ini akan matikan industri hilir, belum Krakatau Steel. Tapi ketika industri hilir baja yang saat ini sudah tutup tujuh pabrik, kemudian kita kehilangan demand, Krakatau Steel-nya juga bisa mati,” tuturnya.

Untuk itu, dia meminta pemerintah untuk mengerem impor baja. Soal kondisi Kratau Steel menurut saat ini bukan persoalan efisiensi, tetapi bagaimana menjaga pasar dari produk asing.

“Impor baja adalah biang daripada permasalaha industri baja nasional. Kalau kita berpikir ada yang menyebut, Krakatau Steel tidak efisien? sudah lewat. Kita sudah lakukan efisieni. Mau berapa lagi kita kurangi orang?,” ujarnya.

Terpisah, Direktur Riset Centre of Reform on Economics (Core), Piter Abdullah mengatakan, bahwa impor baja terjadi lantaran ketidaksiapan produsen baja untuk mencukupi kebutuhan baja di dalam negeri di mana saat ini pemerintah tengah gencar pembangunan infrastruktur.

“Saya kira struktur industri kita yang tidak siap dengan pembangunan infrastruktur yang sedang meningkat dan membutuhkan banyak besi baja. Akibatnya impor baja melonjak tinggi,” ujar Piter kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Jumat (13/12).

Menurut Piter, di sisi lain kebijakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) impor terbilang longgar sehingga Indonesia banjir baja impor.

“Di sisi lain kebijakan perdagangan justru melonggarkan pintu masuk impor, misal dengan kebijakan post border. Nah kelonggaran impor ini dicurigai menyebabkan masuknya juga impor ilegal karena tidak terawasi dengan baik,” tutur Piter.

Jadi ada dua faktor tersebut yang harus menjadi perhatian pemerintah untuk menyelamatkan industri baja lokal yang saat ini dalam kondisi kritis.

“Pemerintah perlu memperbaiki sistem pengawasan impor besi baja,” kata Piter.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepada para menteri untuk melakukan kebijakan substitusi impor dengan menekan impor baja. Pasalnya, kebutuhan baja 9 juta ton per tahun tapi baru terpenuhi 60 persen dari negeri. (fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.