Hasil Studi Ini Ungkap 1/5 Pasien Covid-19 Alami Rambut Rontok

oleh -21 views
Ilustrasi

BERITA-Hasil studi terbaru terkait gejala jangka panjang dari infeksi covid-19 baru saja diumumkan. Diungkapkan bahwa lebih dari seperlima pasien covid-19 mengalami rambut rontok di periode enam bulan setelah terinfeksi. Demikian seperti dikutip dari Mirror, Selasa (23/2/2021).

Baca: Hasil Studi Ungkap Data Mencengangkan, 1.357 Warga Afghanistan Tewas Akibat Serangan Udara AS

Dalam studi yang mengamati pasien covid-19 di Rumah Sakit Jin Yin-tan, Wuhan, China, tersebut para ilmuwan mengatakan rambut rontok akibat terinfeksi covid-19 lebih berisiko dialami oleh perempuan.

Para ilmuwan yang menganalisis gejala jangka panjang covid-19 ini mendapati ada total 359 pasien dari 1.655 orang yang mengalami kerontokan rambut.

Baca: Hasil Studi: Pasien Corona Bisa Kehilangan 11 Tahun Masa Hidupnya

Selain itu, dalam temuan yang dipublikasikan jurnal “The Lancet” ini juga menemukan sederet gejala lain, seperti kelelahan, sesak napas, pusing, dan nyeri sendi.

Studi yang dilakukan mulai 7 Januari hingga 29 Mei 2020 ini digelar dengan mewawancarai para pasien yang telah pulih dan keluar dari rumah sakit.

Para pasien kemudian diberikan kuesioner oleh tim penelitian, ini bertujuan mengevaluasi gejala dan kualitas hidup terkait kesehatan para pasien. Selain itu, para pasien menjalani pemeriksaan fisik dan tes berjalan selama 6 menit serta tes darah.

Baca: Hasil Studi: Virus Corona Bisa Menempel di Partikel Polusi Udara

Setelah 6 bulan pengujian positif, gejala yang paling umum dilaporkan adalah kelelahan atau kelemahan otot sebanyak 63 persen. Diikuti 26 persen pasien merasa kesulitan tidur, lalu kecemasan atau depresi sebanyak 23 persen pasien, dan rambut rontok yang dialami 22 persen pasien.

Para peneliti yang melakukan studi investigasi ini mengatakan bahwa efek jangka panjang dari Virus Sars-CoV-2 sebagian besar memang masih belum jelas.

Tim menambahkan bahwa kondisi alopecia atau rambut rontok memang secara lebih umum terjadi pada wanita daripada pria. Ini sama seperti situasi cepat merasa capek, polipnoea (terengah-engah) alias pernapasan cepat usai melakukan aktivitas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *