Kebangkitan Nasionalisme di Tengah Pandemi Covid 19, Sekedar Isu, Propaganda Baru atau Rekayasa ?

oleh -105 views

BERITA-Semarak lapisan masyarakat menyambut meriah menjelang hari kemerdekaan RI yang ke -76 bersamaan dengan pandemi covid 19 yang masih sedang berlangsung . Rasa kesadaran baru untuk merayakan hari kemerdekaan di bawah ancaman dan tekanan covid 19. Rakyat rupanya sudah lelah larut keputusasaan,kesedihan dan kesulitan ekonomi berbagai ancaman negatif selama pandemi .

Rakyat ternyata lebih dahulu optimis untuk mewacanakan dan mengusung kesadaran baru di negeri ini. Titik baru kebangkitan kesadaran berbangsa dan masyarakat ada dan tumbuh dari masyarakat itu sendiri.

Semangat dan kegirangan masyarakat luas rakyat Indonesia untuk merayakan hari kemerdekaan RI yang ke 76 menunjukkan adanya kekuatan baru hadir dari kesadaran dan tekad komponen bangsa .Mereka akan segera lepas landas landas dari fase kondisi fisik dan mental bangsa ini sudah pada titik nadir terendah ,bertekad untuk kembali bangkit lagi.

Wacana dan ajakan pengibaran serentak bendera merah putih yang beredar luas di medsos FB,IG dan group WA dari tanggal 1-31 Agustus adalah fenomena sejarah yang sangat unik dan mengharukan . Mengapa kesadaran sosial dan nasionalisme tumbuh subur pada saat ini ?

Tentu berterima kasihlah pada teknologi di era digitalisasi ,kolektivitas kegiatan dan pergerakan yang massive dari masyarakat sangat mudah menyebar dan diterima langsung oleh masyarakat .

Hiruk pikuk rakyat berdendang ria serasa lupa covid masih menghantui untuk memperingati hari kemerdekaan RI sejak dini ,menginginkan Bukan Agustus ini sebagai bukan yang menggairahkan ,membahagiakan dan bulan yang memberikan resume untuk berdamai dan melakukan resolusi semua komponen bangsa untuk kebangkitan nasionalisme bersama melawan . Pertanyaannya kemanakah para pejabat dan tokoh yang selama ini mengaku paling NKRI?

Setidaknya kita bisa menunjuk jari tangan kita ke pejabat pejabat yang bersembunyi atau yabg sedang menjabat. Seharusnya pemimpin negeri ini yang telah dipercaya dan dibayar mahal harus menjadi inisiator pelopor dan terjun langsung berjuang.

Segera menjadikan negara ini secepatnya berada dalam satu komando ,satu tujuan bersama menyelamatkan bangsa dan rakyatnya dan membangun identitas nasionalisme baru untuk segera bangkit . Apakah pemimpin dan kejabat sudah melakukan tugas dan tanggung jawap tersebut di atas dengan baik dan terencana.

Tentu sudah bekerja ,pemerintah sudah bekerja dan berusaha maksimal menjalankan tugas dan fungsinya saat ini. Hanya karena terlalu banyak pengkianatt ,kaum oportunis dan banyaknya pejabat yang tidak bisa berkerja dan berkarya di saat kondisi panik / PPKM saat ini sehingga pekerjaan penanganan dan penanggulangan dan penanganan pemulihan ekonomi nasional / PEN bergerak lamban ,tidak efektif dan efesien dan sering banyak melakukan blunder kebijakan. Keseluruhan kebijakan pemerintahan saat ini nampak ada pihak yang paling dominan mengendalikan dan mengaturnya yakni kaum oliqarki.

Kondisi apa yang terjadi saat ini bagaimana rakyat saat ini bersiap untuk merayakan hari HUT RI ke- 76 merupakan sebuah ironi. Kebangkitan dan pergerakan kesadaran nasionalisme lebih banyak di dorong oleh kekuatan mayarakat itu sendiri untuk bergerak dan menyelesaikan masalah yang dihadapi bangsa ini.

Kita mencoba bertanya dan menganalisa kembali perjalanan sejarah dan proses pencapaian kemerdekaan bangsa ini, faktor apa saja yang menjadi titik kesadaran awal untuk merebut dan membangun bangsa Indonesia ?

Ketika kekuatan rakyat dan para pendiri bangsa sebagai bagian kolektif kesadaran nasional . Mempunyai target harus merebut dan segera membangun negara dan berbangsa terlepas dari penjajahan Belanda selama 350 tahunnya . Trauma dan kekejaman penjajah adalah musuh bersama yang mendorong segenap komponen bangsa saat itu segera membebaskan belenggu dari cengkraman penjajahan. Sudah jelas kekejaman penjajah selama 3,5 abad dengan menjadikan kekayaan SDA Indonesia sebagai mesin ATM pembangunan negeri Belanda.

Dengan segala usaha keras pendiri bangsa untuk mempersilakan kemerdekaan akhirnya disepakati kapan hari dan tanggal untuk memproklamirkan kemerdekaan RI pertama ke masyarakat luas dan dunia internasional . Tanggal 17 Agustus 1945 hari lahirnya bangsa Indonesia secara resmi dan menjadi titik kedaulatan puncak suatu bangsa RI memperoleh hak dan pengakuan sebagai negara baru di peta dunia .

Indonesia bersamaan kelahirannya telah disiapkan matang oleh pendiri bangsa . Pahlawan kemerdekaan seperti Bung Hatta dan Bung Karno adalah pendiri bangsa dengan dedikasi dan loyalitas maksimal untuk meraih kemerdekaan. Merekalah dan tim yang telah menyiapkan insfrasttuktur dasar negara.

Indonesia telah mempunyai payung hukum menjalankan fungsi sebagai negara baru .Terlahir dua produk berkekuatan hukum tertinggi yakni Pancasila dan UUD 45. Dua produk tersebut sebagai kaidah dan landasan dasar sampai saat ini sebagai kehidupan bernegara dan berbangsa bersamaan , sejajar dengan negara lain.

Para pendiri bangsa telah berdarah -darah berkorban untuk melahirkan suatu negara baru yakni NKRI( Negara Kesatuan Republik Indonesian). Bagi para penerus bangsa ini saya, anda dan semua komponen bangsa harusnya sadar dan menghargai para pahlawan kita yang telah berjuang secara fisik dan pemikiran.

Bencana nasional saat ini ,Indonesia bersama masyarakat dunia lainya sedang diuji dan berikan tantangan sangat berat yakni pandemi covid 19. Kondisi saat ini mempunyai kemiripan sejarah ketika bangsa ini harus berjuang memperoleh kemerdekaan dari penjajah . Pandemi Covid 19 bisa kita anggap sebagai penjajah baru, paham baru dan penjajahan baru di dunia saat ini.

Kita mempunyai musuh bersama untuk kita lawan. Setidaknya covid ini telah memakan korban dari lapisan bawah/ rakyat kecil sampai lapisan elite/ saudagar ,pejabat tinggi atau kemuka agama . Kita berdua dalam kondisi sama , terkena teror ketakutan dampak dahsyat secara langsung.

Banyak media internasional saat ini ini Indonesia diberikan julukan negara dengan penanganan covid terjelek di dunia. Sebuah negeri dengan keamanan kesehatan rendah . Sebuah tamparan keras bagi penyelenggara kebijakan negara. Covid dan kemiskinan masih berkeliaran bebas di negeri ini.

Mengingatkan ,ketidakpastian pandemi covid ini akan berakhir dan akan berdampak buruk dalam banyak sendi kehidupan terutama ekonomi dan politik .Tidak ada alasan untuk menolak oleh segelintir individu atau kelompok untuk hadir dan berkomitmen bersama berjuang dan melahirkan kesadaran baru bahwa kita harus bangkit,satu kesadaran nasional bersama ,satu visi dan misi agar kita segera bangkit dan berdiri lagi menjadi negara kuat dan tangguh untuk memakmurkan negaranya.

Hambatan kesadaran nasionalisme saat ini adalah pecundang dan pengkianat negeri ini. Tidak mungkin rakyat kecil seperti petani nelayan atau pedagangnya asongan menjadi seorang musuh bersama di negeri ini.

Merekalah individu atau kelompok terdidik yang sengaja membuat kebangkitan nasionalisme itu tidak bisa terwujud. Banyak alasan mereka untuk selaku menjadi pihak yang ingin selaku untung dan mencari kekuasaan dan makan di posisi jabatannya. Siapa aja mereka ? Saya yakin Anda pasti bisa menjawab sendiri.

Mari kita harus satu ikatan batin ,satu perjuangan dan satu kemudi menuju kebangkitan satu nasionalisme baru bagi negeri tercinta . Indonesia harus segera bangkit ,berdiri tegak dan bahkan bisa menjadikan negeri yang bermartabat dan bermanfaat di dunia internasional. (*)

Ditulis Oleh Herus Subagia
Pemerhati Ekonomi Sosial Dan Politik Alumni Fisipol UGM
Ketua DPD PAN Kabupaten Cirebon Jabar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.