Lewat YouTube Bongkar Perilaku Kaesang, Kakak Felicia Tissue Angkat Bicara: Saya Muak dengan Kelakuan Pria ini

oleh -315 views
Kakak Felicia Tissue Darrel Chu ikut angkat bicara terkait adiknya yang diputus sepihak oleh putra bungsu Presiden Jokowi Kaesang Pangarep /instagram @meilia_lau/

BERITA-Belum lama ini, mulai dari Ibunda Felicia Tissue hingga Kakak Felicia angkat bicara terkait permasalahan sang anak dengan Kaesang Pangarep, putra bungsu dari orang nomor satu di Indonesia.

Kini, giliran Darrel Chu, kakak Felicia Tissue angkat bicara tentang permasalahan yang tengah hangat-hangatnya diperbincangkan yakni terkait dengan Kaesang Pangarep yang kemudian dikutip dari kanal YouTube Felicia Tissue yang diunggah pada Minggu, 7 Maret 2021.

Berikut adalah tanggapan atau klarifikasi lengkap dari Kakak Felicia Tissue tentang permasalahan sang adik dengan Kaesang Pangarep yang telah mendapat Terjemahan Bahasa Indonesia.

“Halo semuanya, namaku Darrel dan aku di sini berbicara dengan kalian sebagai kakak dari adikku tercinta, Felicia Chu, atau biasa kalian kenal sebagai Felicia Tissue. Dia mengambil nama Tissue karena ‘Tissue’ adalah boneka Teddy Bear favoritnya yang selalu menemani ia tidur tiap malam, dalam suka dan duka, meski saya cukup yakin Tissue telah bersedih akhir-akhir ini. Ini dia Tissue, supaya kalian tahu,

Mungkin ini adalah kali pertama kalian melihatku langsung di layar, karena aku sendiri sebenarnya tidak begitu senang melibatkan diriku dalam dinamika media sosial. Aku tidak punya akun Twitter maupun akun dengan banyak followers, hanya akun kecil untuk menyebarluaskan foto makanan maupun acara keluarga.

Aku datang dari keluarga sederhana yang bersahaja, dengan didikan mengenai nilai-nilai yang telah membentukku menjadi laki-laki seperti sekarang ini. Setelah menyaksikan apa yang telah terjadi pada adik perempuanku dalam hubungannya dengan seorang tokoh publik yang terkenal, yang telah berjalan selama lima tahun,

Aku merasa bahwa sebagai seorang kakak dan laki-laki, aku terpaksa harus membagikan kepada publik tentang apa yang menurutku penting, terutama pada perempuan-perempuan yang mendengarkan ini sekarang.

Sebagai wanita yang setia dan berkomitmen pada pria yang ia percaya, Felicia telah ditinggalkan tanpa kejelasan, selain adanya bukti nyata bahwa ia diselingkuhi secara emosional maupun spiritual.

Lelaki yang saya percayai untuk bersama dengan adik saya ini telah berkali-kali meminta restu orang tua maupun kakek-nenek saya, dan baru-baru ini melamar adik perempuan saya ini pada Desember 2020.

Pada Januari 2021 kemudian lelaki ini menghilang setelah memberi tahu adik saya melalui teks tertulis bahwa ayahnya telah setuju.

Adik saya merasa heran dan kebingungan. Adik saya berkali-kali mencoba menghubunginya namun tidak berhasil. Kemudian adik saya berusaha menghubungi tante dari pria ini, kakak iparnya, bahkan ayahnya, melalui DM Instagram, tapi tidak ada respon.

Aku tidak dapat membayangkan bagaimana perasaan adik saya saat itu. Betapa tersiksanya ia saat itu. TETAPI, adik saya tetap percaya dengan pria ini, dan berdoa untuknya.

Saat dia melakukan hal itu, saya hanya bisa iri melihat betapa kuatnya adik saya ini. Dia pergi ke gereja sebagai orang Kristen yang taat, ke kuil dari kepercayaan nenek moyang kami, juga ke masjid karena ia menghormati kepercayaan Islam. Semua itu hanya untuk mendoakan pria ini.

Saya tidak bisa berkata-kata karena meski adik saya telah diperlakukan dengan jahat, dia tetap percaya dengan sepenuh hati pada lelaki yang ia cintai dengan tulus. Lelaki yang ia temui di saat lelaki itu sedang dalam saat terendahnya, tanpa punya apa-apa.

Lelaki yang selalu naik bus bersamanya saat ke sekolah dan kencan di akhir minggu. Lelaki yang kemudian melamarnya, namun kemudian menghilang.

Lanjut ke beberapa hari yang lalu, kebenaran yang menyakitkan terungkap. Lelaki ini terfoto dan bervideo dengan perempuan lain, yang seharusnya adalah rekan kerja pria ini, yang juga rekan adik saya.

Saat itu, saya tak mampu berkata-kata. Saya hanya bisa berpikir, ‘Bagaimana bisa seorang laki-laki melakukan hal semacam itu ke perempuan lain???’

Kamu menghabiskan waktu dari seorang wanita selama 5 tahun, melamarnya, lalu langsung menghilang, untuk kemudian menyakitinya lebih jauh dengan menunjukkan perasaanmu pada perempuan lain, ketika masih tidak memberikan kejelasan pada adik saya.

Sebagai kakak dan lelaki, saya sangat tidak membenarkan perilaku semacam itu. Saya jijik dengan kelakuan pria ini dan cara ia memperlakukan adik saya.

Tidak ada wanita di muka bumi ini, apa pun kewarganegaraannya, rasnya, maupun agamanya, boleh diperlakukan seperti ini. Semua wanita pantas dihargai, dihormati, dan diperlakukan dengan bermartabat, tidak terkecuali dengan adikku.

Saya tidak punya pilihan selain menceritakannya di sini karena saya tidak bisa lagi melihat adik saya tersiksa dalam diam. Saya akan merasa gagal menjadi seorang kakak jika saya tetap diam. Saya tidak bisa hidup begitu.

Percayalah, kami selalu berusaha untuk menghubungi pria ini dan keluarganya. Kalian pasti akan berpikir betapa berat dan sulitnya hal itu. Pesanku pada pria ini dan keluarganya adalah,

‘Seorang lelaki tidak lahir dari kekayaan maupun kekuasaannya, tapi dari didikan keluarganya. Ada pertanggungjawaban dan konsekuensi ketika sebuah keluarga yang memiliki status, atau bahkan keluarga mana pun, memutuskan untuk membawa anak perempuan dari keluarga orang lain ke dalam kehidupannya dan membuatnya tersorot, sesuatu yang bahkan tidak diminta oleh adik saya.

Jangan pernah berpikir sekalipun bahwa kamu bisa bersembunyi di balik tembokmu, berpikir bahwa mengorbankan kebahagiaan orang lain untuk kepentinganmu adalah hal yang wajar.

Jika kamu tidak bisa menjaga dan melindungi martabat dan perasaan seorang perempuan, maka bagaimana kamu bisa menjaga dan melindungi orang-orangmu? Orang-orang yang kamu cintai. Kamu datang ke dalam keluarga saya, meminta kepercayaan serta cinta adik saya, maka kembalikan itu dengan cara yang pantas ia terima sebagai wanita yang dihormati. Jadilah lelaki, bersikaplah demikian, lakukan hal yang benar. Semua orang menonton’.

Dalam kesempatan ini saya mau berterima kasih secara tulus kepada orang-orang yang telah mendukung adik saya dan keluarga kami melalui kata-kata dan pemberian semangat. Hal itu sangat berarti untuknya dan untuk kami. Saya mengatakannya dengan bersungguh-sungguh.

Saya juga mau menyampaikan kepada seluruh perempuan, selamat hari perempuan internasional. Semoga kita semua diberkati dengan kesehatan baik di masa sulit ini, Tuhan memberkati kita semua. Terima kasih,” ujar Darrel, kakak Felicia Tissue. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *