Overtly Sexual, Facebook Blokir Iklan Foto Sapi karena Terlalu Seksi

oleh -72 views

BERITA-Facebook dilaporkan telah memblokir sebuah iklan yang memuat foto sapi lantaran dianggap melanggar aturan tentang konten telanjang yang oleh Facebook disebut sebagai konten¬†“overtly sexual”¬†alias terlalu seksi.

Iklan foto sapi yang dilarang itu milik Northwall Gallery, sebuah usaha foto fotografi dan karya seni asal Winchester, Inggris Raya, yang rajin beriklan di Facebook untuk mempromosikan produknya.

Dilansir dari BBC, pemilik Northwall Gallery bernama Mike Hall mengatakan sudah hampir dua bulan dia tak bisa beriklan di Facebook karena dinilai telah berkali-kali melanggar aturan. Foto sapi telanjang itu hanya salah satunya. Selain itu, beberapa foto lain yang diiklankan  lewat fanpage Northwall Gallery juga diblokir oleh Facebook karena dianggap melanggar aturan. Padahal, menurut Mike Hall, tak ada yang salah dengan foto-fotonya.

Sejumlah foto lain yang diblokir termasuk:

  • Foto lampu neon yang membentuk tulisan “Disco” diblokir karena dianggap mempromosikan alkohol.
  • Foto kereta trem di Reims, Prancis, yang menurut Facebook melanggar kebijakan penjualan tiket.
  • Foto kembang api, diblokir karena dianggap mempromosikan senjata
  • Foto sejumlah pria pemain olahraga kriket berpakaian lengkap yang sedang menerima arahan sambil berpelukan, diblokir karena dinilai terlalu seksi
  • Foto sebuah gedung tinggi juga diblokir karena dianggap terlalu seksi

Kekecewaan Mike kian membuncah lantaran berkali-kali mengajukan banding untuk memprotes pemblokiran iklan tanpa dasar itu, namun tak mendapat respon.

“Saat Anda menjalankan bisnis kecil, atau bisnis apa pun di mana Anda mencoba mencari tahu apa yang salah, Anda tidak dapat melakukan proses sewenang-wenang tanpa ada yang bisa diajak bicara,” kata Mike.

“Ketika saya menyiapkan akun saya dengan Facebook, saya harus memverifikasi bisnis saya dengan mereka – tetapi setelah itu jatuh ke jurang yang dalam,” tambahnya.  

Setelah kasusnya dipublikasikan di BBC pada Selasa lalu, barulah Facebook membuka blokirnya. Menurut Facebook, pemblokiran itu terjadi karena kesalahan dan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang timbul.

Facebook tidak menjelaskan lebih detail bagaimana kesalahan itu bisa terjadi. Namun, diduga kuat karena Facebook mengandalkan mesin algoritma untuk meninjau sebuah iklan sebelum diputuskan disetujui untuk ditayangkan. Kemungkinan besar algoritma Facebook tak bisa membedakan sapi yang telanjang (sejak kapan sapi berpakaian), dengan manusia telanjang. 

Di sisi lain, kata Mike, Google menawarkan panduan beriklan langsung untuknya, Namun, Mike tidak berniat meninggalkan Facebook.

“Anda tidak dapat mengandalkan Google saja, Anda membutuhkan sebanyak mungkin saluran – terutama selama pandemi ketika Anda tidak dapat mempromosikan karya Anda di ruang publik atau kafe,” ujarnya.

Setelah kasus itu menjadi pemberitaan sejumlah media di Inggris, hari ini Mike Hall memanfaatkannya untuk mempromosikan foto-foto sapi lainnya dengan memberi diskon khusus menggunakan kode “SEXYCOW” alias sapi seksi.

“Hanya satu dari foto sapi kami yang dianggap terlalu seksi untuk Facebook, tetapi karena ini hari Jumat, dan sudah seminggu, kami ingin memperkenalkan Anda kepada kawanan lainnya sebagaimana adanya. Dapatkan empat cetakan ternak kami; sapi saat matahari terbit, berdiri di bumi yang hangus, sapi kiar (yang seksi!) dan sapi beristirahat. Semua tersedia dengan diskon 10% dan gratis ongkos kirim ke Inggris dengan kode SEXYCOW. Cukup masukkan judul ke dalam bilah pencarian di www.northwallgallery.com. Terima kasih atas dukungannya minggu ini, luar biasa!” tulis Northwall Gallery di laman Facebooknya, dilihat Cyberthreat.id pada Jumat (12 Februari 2021).

Kasus serupa juga pernah terjadi pada Oktober 2020 lalu. Ketika itu, Facebook memblokir iklan yang dipasang oleh perusahaan The Seed Company by E.W. Gaze asal Kanada lantaran menampilkan foto bawang besar mirip bawang bombay. Seperti foto sapi milik Northwall Gallery, foto bawang itu juga diblokir lantaran dianggap terlalu seksi.

“Jadi kami baru saja diberi tahu oleh Facebook bahwa foto yang digunakan untuk bibit Bawang Walla Walla kami adalah “Overtly Sexual” dan oleh karena itu tidak bisa diiklankan untuk dijual di platform mereka. Bisa lihat?,” tulis perusahaan di laman Facebook dengan emoji ketawa pada 6 Oktober 2020.

“Untung Anda tidak menjual bibit pisang!” komentar seorang netizen. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.