Ramalan Bill Gates Pandemi Bakal Lebih Buruk, WHO Ingatkan Kemungkinan Lebih Parah

oleh -113 views

JAKARTA-Wawancara CNN International belum lama ini, miliarder filantropi Bill Gates memprediksi bahwa pandemi Covid-19 bisa lebih buruk lagi dalam 4 hingga 6 bulan kedepan.

“Sedihnya, dalam empat hingga enam bulan ke depan bisa menjadi waktu terburuk dari pandemi. IHME (Institute for Health Matrics and Evaluations) memprediksikan akan ada tambahan 200 ribu kematian [karena Covid-19],” ungkap Bill Gates.

Gates mengatakan sejatinya angka kematian akibat Covid-19 bisa ditekan jika warga disiplin menggunakan masker, menghindari kerumunan dan tidak melakukan banyak kontak dengan orang-orang.

Gates juga kembali mengkritik bagaimana penanganan pandemi Covid-19 di AS yang baru-baru ini mencetak rekor baru kasus positif, kematian hingga pasien yang dirawat.

“Saya pikir harusnya bisa mengendalikan ini dengan baik,” terangnya.

Sementara, saat ini Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung kurang lebih selama setahun belum juga usai. Tapi organisasi kesehatan dunia, World Health Organisation (WHO) sudah kembali mengabarkan berita tak baik.

Para ahli di WHO mengeluarkan peringatan, akan kemungkinan terjadinya pandemi yang lebih parah. Pandemi Covid-19 yang sudah dirasa begitu hebat dampaknya, disebutkan bukan jadi pandemi yang besar jika dibandingkan dengan pandemi berikutnya.

Peringatan ini dikeluarkan WHO dalam gelaran konferensi media terakhir di 2020, yang menekankan kita saat ini sebagai salah satu spesies di dunia harus belajar cara untuk hidup berdampingan dengan virus corona.

Dikatakan oleh Dr Mark Ryan, sebagai kepala program kedaruratan WHO, Covid-19 kemungkinan besar akan menjadi endemic. Akhirnya negara-negara di dunia harus belajar untuk hidup dengan virus bahkan setelah vaksin Covid-19 diluncurkan.

“Saya akan mengatakan satu hal, yang mungkin mengejutkan orang-orang. Pandemi ini sudah sangat parah. Ini telah menyebar ke seluruh dunia dengan sangat cepat dan telah mempengaruhi setiap sudut planet bumi ini. Tapi ini belum tentu jadi pandemi yang besar,” kata Dr Mark Ryan, dikutip Unilad, Rabu (30/12/2020).

Dokter Mark menerangkan, meski virus SARS-CoV-2 ini sifatnya mudah menular dan telah merenggut nyawa banyak orang di dunia. Tapi dari rate kematian, dinilai masih cukup rendah jika dibandingkan dengan penyakit baru lainnya.

Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, sejatinya dikatakan Dr.Mark sebagai peringatan awal bagi umat manusia.

“Ini adalah wake-up call, kami sekarang belajar, bagaimana melakukan sesuatu dengan lebih baik secara sains, logistik, pelatihan dan tata kelola dan bagaimana berkomunikasi dengan lebih baik. Tapi mengingat bumi ini rapuh dan kita hidup dalam lingkungan masyarakat global yang semakin kompleks, ancaman ini akan terus berlanjut,” tambahnya.

Pelajaran berharga dan penting yang harus diambil dari situasi pandemi saat ini, adalah kita perlu bertindak bersama dan bersiap-siap akan datangnya sesuatu yang lebih buruk lagi di masa mendatang.

Di kesempatan yang sama, kepala ilmuwan WHO, Dr Soumya Swaminathan menjelaskan bahwa vaksin Covid yang diluncurkan dalam waktu dekat belum tentu berarti bahwa segala upaya pencegahan untuk menjaga kesehatan di masyarakat seperti protokol kesehatan, menjaga jarak akan dihentikan di masa mendatang.

Menurut Dr Soumya Swaminathan peran pertama dari vaksin ini adalah untuk mencegah penyakit simptomatik, penyakit parah, dan kematian. Namun, masih harus dilihat ke depannya apakah vaksin semacam itu juga akan mengurangi jumlah infeksi atau mencegah penyebaran virus. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *