Sumbangkan Lahan 3 Hektare, Tommy Soeharto Bangun Pasar Induk Modern dan Terminal di Cikampek

oleh -1.418 views
Tommy Soeharto saat kegiatan pelatakan batu pertama pembanguna pasar induk modern di Cikampek, Karawang. (ANTARA/Ali Khumaini)

KARAWANG-Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto menyumbangkan lahan seluas sekitar tiga hektare untuk pembangunan terminal di wilayah Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

“Terminal yang akan dibangun tipe B,” kata Tommy usai peletakan batu pertama pembangunan Pasar Induk Modern Berkarya di Kecamatan Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Rabu.

Ia mengatakan terminal yang akan dibangun itu berlokasi di seberang Pasar Induk Modern Berkarya yang kini mulai dilakukan pembangunannya.

Untuk menunjang keberadaan terminal tersebut, Tommy yang merupakan Komisaris Utama PT Mandalapratama Permai menyatakan pihaknya akan memperluas jalan di titik sekitar pembangunan pasar modern dan terminal.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengaku akan mendukung dan menyambut baik rencana pembangunan terminal tersebut.

Seiring dengan itu, nantinya bupati akan mengupayakan relokasi terminal lama di Cikampek ke terminal yang akan dibangun Tommy Soeharto.

“Kami akan upayakan relokasi. Nanti kita juga bantu urus izinnya,” kata dia.

Cellica berjanji akan membantu mengurus izin pembangunan terminal tipe B itu karena saat ini Karawang sedang membutuhkan terminal yang representatif.

Pasar Modern

Hutomo Mandala Putra (Tommy) Soeharto membangun pasar induk modern di Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

“Luas lahannya mencapai 12 hektare,” kata Tommy usai peletakan batu pertama pembangunan Pasar Induk Modern Berkarya, di Karawang, Rabu.

Tommy yang merupakan Komisaris Utama PT Mandalapratama Permai mengatakan, nilai investasi yang digelontorkan untuk pembangunan pasar induk modern tersebut bernilai ratusan miliar rupiah.

“Investasinya sampai ratusan miliar rupiah. Persisnya belum diketahui, masih proses penentuan. Yang jelas sampai ratusan (miliar),” katanya.

Putra mantan Presiden Soeharto itu mengatakan, pasar induk yang dibangunnya berkonsep pasar induk modern karena mengusung tema zero waste.

Ia menjamin seluruh sampah yang dihasilkan dari pasar induk itu akan diolah menjadi biogas untuk memenuhi kebutuhan energi.

“Nanti, semua limbah organik akan dijadikan biogas sebagai bahan bakar kompor di warung atau restoran di kawasan ini,” kata dia.

Sesuai dengan perencanaannya,  pasar induk tersebut akan menyediakan 4.264 kios dan dapat menyerap sekitar 14 ribu tenaga kerja.

“Targetnya, kurang dari 18 bulan ke depan sudah bisa beroperasi,” katanya. (Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.