Ukuran Sangat Besar Leher Panjang Mirip Ayam Hampir Punah, ‘Terkurung’ di Pendopo

oleh -56 views
DILINDUNGI: Burung merah hijau ini termasuk hewan langka yang dilindungi, dan kini ada di taman halaman Pendopo Cianjur. (cianjurekspres.net)

BERITA-Pemerintah Kabupaten Cianjur memiliki salah satu hewan langka di taman halaman Pendopo Cianjur. Hewan tersebut adalah burung merak hijau yang kini ada di kawasan taman tersebut.

Berdasarkan pantauan Cianjur Ekspres, burung merak hijau tersebut disimpan di sangkar besar di tengah taman halaman Pendopo Cianjur bersama beberapa jenis burung lainnya.

Padahal, berdasarkan Undang-undang Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya yang diteruskan dalam Peraturan Pemerintah nomor 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, disebutkan jika salah satu hewan yang dilindungi ialah burung merak.

Kepala Bagian Umum dan Keuangan Setda Kabupaten Cianjur, Komarudin, mengiyakan jika ada hewan merak di taman yang belum lama ini rampung dibangun. Tetapi keberadaannya baru sekitar sebulan terakhir.

“Iya ada, tapi belum lama. Saya tidak tahu dari mananya, yang jelas ada info kalau akan ada merak di taman tersebut. Nanti yang mengelola memang Bagian Umum,” kata dia kepada Cianjur Ekspres, saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (21/11).

Menurutnya, sejak awal informasi akan adanya merak, Bagian Umum Setda Kabupaten Cianjur langsung mengajukan administrasi ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSA).

“Sudah diajukan sebelum meraknya ada, tapi belum ada informasi lebih lanjut sudah sampai mana prosesnya. Kami akan tanyakan lagi supaya dipercepat,” kata dia.

Dia menambahkan, untuk saat ini pengelolaan taman tersebut masih belum diserahkan kepada bagian umum, jika sudah nantinya akan disiapkan tim khusus untuk perawatan hewan dilindungi tersebut.

“Semuanya pasti kami siapkan, apalagi kalau sudah diserahkan dan kelola penuh oleh bagian umum,” pungkasnya.

Diketahui, burung merak hijau atau dalam bahasa Inggris disebut Green Peafowl, memiliki nama ilmiah Pavo muticus. Umumnya satwa ini tersebar di wilayah Asia dan Afrika.

Ketika mengalami ancaman burung ini akan melebarkan ekornya. Spesies merak hijau jantan memiliki bulu ekor yang sangat indah dan dapat direntangkan seperti kipas raksasa. Apabila direntangkan maka akan terlihat pola berbentuk bulatan seperti mata. Burung ini adalah burung terindah di dunia.

Dalam aplikasi Burungnesia dijelaskan bahwa merak terdiri dari tiga sub-spesies dengan daerah persebaran meliputi India Timur-laut dan Bangladesh Tenggara, jenis spicife; tersebar tidak merata di Myanmar Selatan sampai Thailand dan China Selatan, Vietnam serta Laos dengan jenis imperator; dan Jawa, yang terbatas di Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Baluran, dan Taman Nasional Alas Purwo dengan jenis muticus.

Merak memiliki ukuran sangat besar dan leher yang panjang, sekilas fauna ini berbentuk seperti ayam. Ciri lain yang mencolok adalah pipinya berwarna kuning, terdapat garis alis, dan penutup telinga sekitarnya berwarna putih kebiruan. Uniknya merak mempunyai mahkota berwarna hijau kebiruan dengan jambul.

Pada merak jantan terdapat mantel, leher, dada dan punggung berwarna hijau mengkilap bermotif sisik. Adapun ekornya sangat panjang, bulunya mengkilap dengan bintik berbentuk mata yang khas. Sedangkan pada merak betina ciri-cirinya kurang mencolok, seperti warnanya yang kurang mengilap dengan ekor yang tidak panjang. Segi ukuran, merak jantan memiliki ukuran 180-250 cm dan betina 100-110 cm.

Pada merak jantan, mereka mengembangkan ekornya untuk mengusir jantan lain pada saat musim berbiak di bulan Agustus-Oktober. Tipe perkembangannya adalah harem, biasanya 1 ekor jantan hingga 5 ekor betina. Sarangnya terdapat di tanah, biasanya berisi 3-6 butir telur berwarna kekuningan.

Merak jarang terlihat di tengah hutan dan lebih sering terlihat di daerah hutan musim yang lebih terbuka dekat savana. Mereka pun tidur di atas pohon gundul yang tinggi.

Status burung merak hijau berdasarkan IUCN dikategorikan, dari status vulnerable (rentan atau rawan punah) pada 2007, menjadi endangered (terancam punah) sekarang ini. Sementara menurut CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wildlife Fauna and Flora) burung merak hijau dikategorikan ke dalam Appendix II (Departemen Kehutanan, 2006), artinya perdagangan jenis burung ini harus dikendalikan, antara lain melalui sistem kuota dan pengawasan.

Keberadaan jenis burung ini sudah sangat jarang atau sudah hampir punah. Penyebab merosotnya populasi burung merak hijau terutama disebabkan penangkapan oleh masyarakat, selain penyusutan atau konversi lahan dan rusaknya habitat.

Penangkapan burung merak hijau yang tergolong langka dan bernilai ekonomi tinggi ini, dipacu oleh potensi dan kekhasan yang dimiliki satwa langka tersebut, seperti keindahan bulu, suara yang merdu, keunikan bentuk dan tingkah laku. Keindahan yang dimiliki jenis burung ini merupakan potensi yang dapat dikembangkan sebagai bagian jasa lingkungan suatu kawasan.

Populasi burung merak hijau di alam semakin menurun dengan semakin banyaknya kawasan hutan yang dijadikan sebagai lahan pertanian, perladangan, dan pemukiman penduduk. Disamping itu, perburuan terhadap jenis burung ini semakin tinggi, sehingga akhirnya populasinya semakin menurun. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.