Varian Baru Virus Corona B117 Masuk Indonesia, Pakar: Kemungkinan Dampaknya Pemakaian Masker hingga Vaksin Covid-19

oleh -195 views
Virus SARS-Cov-2. (Foto: Arsip Nanographics)

BERITA-Virus corona B117 dilaporkan masuk ke Indonesia. Ada dua orang yang terinfeksi covid-19 jenis baru tersebut. Kondisi ini pun menjadi pusat perhatian banyak pihak, termasuk untuk segera melakukan antisipasi.

Terkait masuknya strain baru B117 ke Indonesia, pakar pulmonologi dan ilmu kedokteran respirasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (PKUI) Profesor dr Tjandra Yoga Aditama mengingatkan kemungkinan dampaknya. Di antaranya mencakup pemakaian masker hingga vaksin covid-19 yang tersedia saat ini.

Dia menyarankan semua orang maksimal menerapkan protokol kesehatan yakni menggunakan masker, mencuci tangan dengan rajin, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Yang jelas 3M dan M-M lain harus maksimal. Tentang masker yang sejauh ini ada adalah dobel masker kain. Tentu masker medis lebih bagus, dan apalagi kalau N95. Saya biasa pakai N95 karena usia sudah 66 tahun,” ungkap Profesor Tjandra, seperti dikutip dari Antara, Kamis (4/3/2021).

Ia melanjutkan, ada sejumlah kemungkinan dampak mutasi virus penyebab covid-19 ini, salah satunya terkait diagnosis. Menurut dia, walaupun ada perubahan pada antena atau spike virus corona akibat mutasi, PCR masih tetap berfungsi baik.

Selain itu, terkait dampak pada penularan, virus corona B117 dikatakan lebih mudah menular dibandingkan dengan versi yang lama. “Sebagian data menyebutkan penularannya dapat sampai 30 sampai 50 persen lebih sering,” jelasnya.

Kemudian mengenai berat-ringannya penyakit, saat ini belum ada cukup bukti B117 akan membuat sakit jadi lebih berat. Namun, para peneliti dari New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group di Inggris (NERVTAG) pada 11 Februari 2021 melalui laporannya menyebutkan ada hubungan B117 dan meningkatnya risiko pasien harus dirawat di rumah sakit atau bahkan kematian. Meski begitu, mereka tidak menampik adanya potensi kelemahan dalam sistem pengumpulan data.

Dampak lainnya adalah terkait vaksin. Menurut Profesor Tjandra, sejauh ini tidak ada laporan yang jelas menyebutkan B117 berdampak pada efektivitas vaksin. Dengan kata lain, vaksin yang kini tersedia tetap dapat bermanfaat sesuai nilai efikasinya.

Di sisi lain, ada kemungkinan gabungan satu mutasi dengan mutasi lainnya. Inggris yang menjadi asal B117 melaporkan pasien terkonfirmasi B117 dan B1351 dari Afrika Selatan.

“Artinya, kita semua juga perlu waspada terhadap kemungkinan mutasi ganda seperti ini,” ungkap Profesor Tjandra yang pernah menjabat sebagai direktur WHO SEARO dan Dirjen P2P & Kepala Balitbangkes di Kementerian Kesehatan itu.

Pemerintah Inggris mengambil tiga langkah penting usai menemukan kasus B117 yakni melaporkannya ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Desember 2020 dalam kerangka International Health Regulation (IHR).

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson kemudian menyampaikan kemungkinan dampak mutasi ini dan membentuk suatu badan khusus untuk mempelajarinya, yakni NERVTAG on SARS-CoV-2 Variant B117. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *