Wina Jadi Pusat Operasi Intelijen Kim Jong-un di Eropa

oleh -18 views
Ri Tae-gil, kiri, mata-mata Korea Utara dihukum karena mencoba memotret materi rahasia pada mesin roket Ukraina pada tahun 2011, di Penjara No. 8 di Zhytomyr, Ukraina. (Brendan Hoffman for The New York Times)

JAKARTA-Penulis novel laris spionase, John le Carre, kerap menempatkan mata-matanya di Wina, begitu juga dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Dilansir dari Bloomberg, ibu kota Austria ini telah lama menjadi pusat penyelundupan bagi rezim Korea Utara yang mendapat sanksi berat. Wina juga menjadi pintu gerbang ke Eropa bagi sejumlah ‘hantu’ yang bermarkas di benua itu.

Kota tersebut pun akan menjadi semakin penting bagi Pyongyang jika Presiden Terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden meyakinkan Kim untuk mempertimbangkan kembali program senjatanya. Pasalnya, sebagai rumah bagi pengawas nuklir tertinggi, yaitu PBB, Wina berpotensi memainkan peran pemantauan.

Seorang pejabat tinggi intelijen Barat yang tahu banyak soal jaringan spionase Korea Utara memberikan gambaran yang jelas tentang aktivitasnya di Eropa. Salah satunya adalah adanya 10 agen Kementerian Keamanan Negara. Setidaknya satu agen beroperasi secara rutin di Wina, menurut pejabat itu.

Selain mengumpulkan informasi dasar, misi utama agen adalah mengawasi kedutaan dan diplomat rezim itu sendiri. Mereka juga mengawasi operasi pengadaan ilegal, menyelidiki orang hilang, dan menangkap kader yang dipanggil pulang.

Menurut pejabat intelijen tersebut, Austria adalah pusat kegiatan itu, meski Swiss lebih sering dipilih keluarga Kim untuk dikunjungi atau sekolah. Hubungan antara Austria dan Swiss bagi Korea Utara pun belum diketahui.

Di masa sulit, operasi Korea Utara di Austria dan tempat lain di Eropa menjadi semakin penting bagi Kim lantaran negaranya berjuang di bawah sanksi. Perekonomian Korea Utara tahun ini menuju kontraksi terbesarnya dalam lebih dari 2 dekade, menurut Fitch Solutions. Sebagian disebabkan oleh keputusan Kim menutup perbatasan selama pandemi virus corona. Selain itu, bencana alam, termasuk banjir, menyapu lahan pertanian.

Perdagangan Korea Utara dengan China, mitra ekonomi terbesarnya, menyusut 73 persen hingga September dan akan turun sampai 80 persen untuk tahun ini, menurut Asosiasi Perdagangan Internasional Korea. Kim juga memperingatkan jajaran pemimpin partai bahwa negara itu menghadapi tantangan yang tak terduga dan tak terhindarkan.

Selama bertahun-tahun, Austria telah menjadi sumber barang yang tak dapat diimpor secara legal oleh rezim, termasuk pistol Glock dan trem yang ditumpangi Kim bersama Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada 2018. Menurut seorang juru bicara Kementerian Dalam negeri Austria, badan tersebut tak dapat mengomentari kasus atau operasi tertentu karena alasan hukum. Kementerian yang mengawasi badan intelijen domestik mengklaim menyelidiki kejahatan apa pun yang merugikan Austria.

Sementara itu, laporan intelijen tahunan negara mengakui aktor intelijen beroperasi dengan baik di Austria dan bertentangan dengan kepentingan Austria karena jaringan bisnis lokal ditambah akses mudah ke Uni Eropa dan organisasi multinasional. Ikatan semacam itu menjadi salah satu alasan Wina sering ditampilkan dalam novel spionase Le Carre, seperti A Perfect Spy.

Perannya bisa semakin dalam jika Biden lebih sukses dari Donald Trump untuk membuat Kim setuju mengurangi persenjataan nuklirnya. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang berbasis di kota itu pasti akan memainkan peran dalam memastikan Korea Utara mematuhi janjinya.

Untuk melaksanakan tugas pembekuan sistem nuklir Korea Utara, diperlukan kontak yang dekat dan intens. Tim IAEA pun perlu melakukan penutupan laboratorium, reaktor dan lokasi produksi bahan fisil, serta memasang peralatan pemantauan di salah satu negara paling rahasia di dunia itu. Selain berpotensi mengizinkan tim IAEA masuk ke Korea Utara, ikatan ini memungkinkan lebih banyak pejabat Korea Utara bepergian rutin ke Wina.

“Setelah kesepakatan politik dicapai di antara negara-negara terkait, badan tersebut siap untuk kembali ke Korea Utara,” kata IAEA dalam laporan bulan September.

Kota-kota di Eropa dengan misi Korea Utara, seperti Jenewa dan Stockholm, kerap dijadikan tuan rumah pertemuan antara perwakilan AS dan Korea Utara. Pada bulan Maret, Kim menunjuk Choe Kang-il, salah satu pakar top urusan AS, menggantikan pamannya, Kim Kwang Sop, sebagai duta besar untuk Wina.

Para pejabat tinggi lainnya, termasuk anggota sekretariat pribadi rahasia yang punya hubungan langsung dengan keluarga Kim, juga telah berkunjung ke Austria. menurut pejabat intelijen, negara itu merupakan surga belanja mereka dan melakukan pengadaan ilegal.

Menurut PBB, Korea Utara menggunakan kedutaan dan misi luar negerinya untuk kegiatan ilegal demi meraup pendapatan ilegal. Kegiatan itu mencakup perdagangan barang mewah yang dilarang berdasarkan sanksi dan pengadaan peralatan terlarang yang penting untuk program nuklirnya. Korea Utara telah menghasilkan miliaran dolar setahun dengan menjual narkoba, menjual senjata, memalsukan mata uang, dan mengeksploitasi pekerja tamu, kata Jaringan Internasional untuk HAM Pekerja Luar Negeri Korea Utara.

Austria adalah rumah bagi sekitar 100 warga Korea Utara dan secara historis menjadi salah satu kedutaan terbesar rezim itu di Eropa. Para agen dan sejumlah bahan bom yang terkait dengan jatuhnya pesawat Korean Air nomor penerbangan 858 pada 1987 melewati pintu Austria.

Sementara itu, nama Kwon Yong-rok, eksekutif pusat di manajemen keuangan negara yang berbasis di Wina, disebut dalam laporan Dewan Keamanan PBB tahun 2012. Pasalnya, ia berperan dalam ekspor barang-barang terlarang, termasuk mobil Mercedes-Benz E-class seri E350.

Anggota lingkaran dalam Kim lainnya yang tak disebutkan namanya baru-baru ini juga melakukan perjalanan ke Eropa melalui Wina. Ia mungkin masih berada di Eropa.

Lembaga keuangan terakhir Korea Utara di Eropa, Golden Star Bank, juga berbasis di Wina. Bank tersebut telah diperintahkan untuk tutup lebih dari satu dekade lalu, tetapi jaringan kontak dan kliennya tetap ada. Wina pun dijadikan titik fokus yang berkelanjutan untuk aliran yang yang terkait dengan upaya untuk menghindari sanksi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.